EkonomiMasyarakatPemerintahanPendidikanWisata, Sosial dan Budaya

PEMKAB SULA GELAR PELATIHAN MANAJEMEN SAMPAH DILOKASI FESTIVAL TANJUNG WAKA 2023

DISKOMINFO SULA, Sanana—Dalam rangka menyambut Festival Tanjung Waka 2023, Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kabupaten Kepulauan Sula menggelar Pelatihan Manajemen Sampah bersama masyarakat, bertempat di lokasi, Pantai Tanjung Waka, Desa Fatkauyon, Kecamatan Sulabesi Timur. Senin, 30/10/2023

Menurut Kepala Dinas Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan Ridwan Buamona, melalui Kepala Bidang Kebersihan Hamid Kaunar menyampaikan bahwa, tujuan dari diselenggarakan agenda tersebut untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak membakar daun maupun ranting pohon sembarangan. Selain itu, Festival Tanjung Waka tahun 2023 telah masuk Kharisma Event Nusantara (KEN). Maka, sudah menjadi tanggung jawab untuk terus-menerus melakukan pengawasan di sekitar lingkungan Pantai Tanjung Waka.

Lebih lanjut, Hamid Kaunar menjelaskan, “Kita pantau ibu-ibu disini sampah-sampahnya dibakar kalau di daerah wisata seperti ini tidak boleh karena terjadi polusi. Nah kita upayakan pelatihan ini agar masyarakat bisa tahu dan hindari pembakaran sampah di lingkungan FTW.”

Hamid berharap melalu pemanfaatan olahan sampah organik menjadi pupuk yang bisa digunakan untuk merawat tanaman sayur-mayur yang ada di kebun warga. Selain menguntungkan masyarakat dari sisi ekonomis, tetapi juga salah satu cara untuk mengenalkan masyarakat untuk bersama-sama mengelola sampah dengan cara yang ramah lingkungan.

Pada kesempatan yang sama, Hafsa Ipa, peserta yang juga pedagang di Pantai Tanjung Waka menuturkan, “Saya selama ini tidak tahu, ternyata daun pohon bisa diolah menjadi pupuk. Kita hanya anggap itu sampah sehingga setelah membersihkan tempat jualan kami, daun-daun pohon itu kita bakar. Padahal ketika diolah manfaatnya luar biasa.”

Lebih lanjut, Hafsa menjelaskan bahwa, cara pengolahan sampah menjadi pupuk cukup mudah untuk dipraktikkan. Di antaranya, “daun kering yang telah dicincang hingga halus, kemudian air dicampurkan dengan gula merah, ditambah dengan gula pasir dan juga cairan EM4. Setelah itu, dicampur dengan daun yang dihaluskan tadi lalu disimpan ke plastik yang tidak terkena udara. Kemudian disimpan hingga satu atau dua minggu setelah kita sudah bisa pakai untuk memupuk tanaman,” ungkapnya.

Perlu diketahui, agenda tersebut merupakan salah satu dari dua agenda Pra Event Festival Tanjung Waka, selain Beach Clean Up yakni bakti serentak yang dilakukan oleh masyarakat di setiap desa pesisir yang ada di Kepulauan Sula, yang telah mencapai target Rekor MURI. Hal tersebut sebagai bentuk komitmen dalam mendukung Festival Tanjung Waka yang mengusung tema eko eduwisata.

Pewarta : Hilda Fatgehipon
Editor : Gee Buamona
Dokumentasi : Diskominfo Sula

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close