Pemerintahan

PEMDA KEPULAUAN SULA MENGGELAR MAULID NABI DALAM RANGKA MEMPERINGATI HARI KELAHIRAN NABI MUHAMMAD SAW TAHUN 2022

Sanana-Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sula menyelenggarakan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 1444 Hijriah/2022 Masehi mengusung tema “Memperteguh kecintaan kepada baginda Nabi Muhammad SAW, menebar empati perkuat silaturahim untuk kesatuan umat”, dengan mengundang penceramah Ustadz Al Habib Abdul Latif Zakie Abdurrahman Al Aydrus, yang digelar halaman istana daerah Dad Hia Ted Sua. Acara ini dihadiri secara langsung oleh Bupati Hj Fifian Adeningsi Mus, Wakil Bupati Ir. Hi. M. Saleh Marasabessy, M.Si, beserta jajaran Forkopimda, Kepala Kantor Kementerian Agama Kepulauan Sula Saiful Djafar Arfa, S.Pd., M.Pd.I, para Asisten, pimpinan OPD lingkup Pemda, tokoh agama, ibu-ibu Majelis Talim dan masyarakat. Jumat, 14/10/2022

Pada momen tersebut, Bupati Hj. Fifian Adeningsi Mus menegaskan peringatan maulid tidak hanya sekedar acara bersifat lahiriah saja, akan tetapi lebih dari itu menjadi kesempatan untuk merenungi dan meresapi secara mendalam arti dan makna dari lahirnya seorang nabi dan rasul terakhir utusan Allah SWT. Sebagai daerah yang kini tengah berusaha membentuk tatanan kehidupan yang lebih baik, banyak suri tauladan yang bisa dipetik dari perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW, dari masa kanak-kanak kemudian diangkat menjadi Nabi hingga wafat.

“Dengan memperhatikan berbagai riwayat kehidupan nabi yang menggambarkan bagaimana gaya hidup dan pergaulan beliau dengan orang-orang disekitarnya, maka kesemuanya mencerminkan tingkah laku kesopanan dan kesederhanaan hidup. Marilah kita semua merenungkan dan menjalankan apa yang telah nabi Muhammad SAW ajarkan baik dari segi ilmu maupun gaya hidup secara keseluruhan,” tuturnya.

Pada kesempatan yang berbeda, Kepala Kantor Kementerian Agama Kepulauan Sula Saiful Djafar Arfa, S.Pd., M.Pd.I mengajak masyarakat untuk konsisten melakukan perlindungan menjaga umat sebagai suatu peran penting, sebagaimana termaktub dalam UUD 1945 alinea keempat, yakni melindungi segenap bangsa Indonesia.
“Begitu pula pemerintah juga harus melindungi masyarakat dari akidah nasab, harta, yang disampaikan oleh Rasulullah SAW, kita melindungi umat dari akidah dan melindungi umat dari tafsir-tafsir keagamaan yang menyimpang. Sebagaimana yang telah dicontohkan oleh para ulama untuk bersikap moderat dalam beragama,” pesannya.

 

Pewarta : Hilda Fatgehipon & Wirda Masuku
Editor : Anggi Buamona
Dokumentasi : Tim Media Diskominfo Sula

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
Close