Pemerintahan

PEMDA KEPULAUAN SULA GELAR KEGIATAN SOSIALISASI DAN PENCANANGAN BULAN IMUNISASI ANAK NASIONAL (BIAN)

SANANA–Bupati Kepulauan Sula diwakili oleh Wakil bupati Ir. H. M. Saleh Marasabessy, M.Si secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi dan Pencanangan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN), yang digelar oleh Dinas Kesehatan Kepulauan Sula. Acara tersebut digelar di aula pertemuan istana daerah Dad Hia Ted Sua, dan diikuti oleh pimpinan Forkopimda, OPD, tokoh pemuka agama, kepala kecamatan, dan kepala puskesmas se-Kepulauan Sula.
Sambutan bupati Hj. Fifian Adeningsi Mus, SH yang dibacakan oleh wakil bupati Ir. H. M. Saleh Marasabessy, M.Si menyampaikan, Indonesia telah berkomitmen untuk mencapai eliminasi campak dan rubella pada tahun 2023, sekaligus diharapkan dapat mempertahankan status Indonesia bebas polio dan mewujudkan dunia bebas polio tahun 2026.
Agar mencapai target tersebut, pemerintah melakukan penguatan melalui imunisasi rutin dan tambahan melalui pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN). Terkait hal ini, Ditbutuhkan upaya kolaboratif terintegrasi menyelaraskan kegiatan imunisasi, guna mengatasi kesenjangan di masyarakat, khususnya di Kepulauan Sula.
“Imunisasi yang diberikan secara lengkap dan sesuai usia, dapat memberikan perlindungan individu secara optimal dari berbagai penyakit yang menyerang anak-anak. Tercapainya cakupan imunisasi lengkap juga turut meningkatkan kekebalan kelompok, terutama perlindungan bagi anak-anak,”tegasnya.
Beliau berharap melalui acara sosialisasi pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN), setiap stake holders terkait bisa menunaikan tugas dan perannya masing-masing. Sekaligus, pihak terkait harus aktif mengawal pendampingan pada wilayah prioritas, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya imunisasi demi menyukseskan Sula bahagia.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Suryati Abdullah, S.Si., A.Pt menyampaikan, adanya pandemi covid-19 sangat berpengaruh pada pelaksanaan imunisasi rutin tidak berjalan optimal. Hal tersebut berdampak pada kesehatan anak-anak yang tak memperoleh imunisasi lengkap sesuai usia. Tak menutup kemungkinan menurunnya imunisasi akan terjadi peningkatan angka kasus penyakit pada anak-anak.
“Pelaksanaan bulan imunisasi anak nasional (BIAN) sudah dilaksanakan di 10 kabupaten/kota dan khususnya di daerah kita, diawali dengan sosialisasi kepada lintas sektor dan lintas program terkait. Pencanangan dimulai pada hari ini, Senin tanggal 23 Mei tahun 2022. Adapun anak yang akan diimunisasi dari rentang usia 9 bulan sampai 12 tahun, khusus kabupaten kepulauan Sula, sasaran pelaksanaan bulan imunisasi anak nasional sebanyak 20. 349 jiwa yang terbesar di 13 wilayah kerja puskesmas,” tuturnya.
Beliau berharap, melalui pelaksanaan bulan imunisasi anak nasional (BIAN), semua pihak dari lintas sektor terkait, saling bekerja sama dan saling mendukung, sehingga pelaksanaan Bian ini dapat berjalan maksimal dan bisa mencapai target yang telah ditetapkan.

Pewarta : Hilda Fatgehipon & Wirda Masuku
Editor : Anggi Buamona
Dokumentasi : Tim Media Diskominfo

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
Close