Pemerintahan

DUKUNG PENUH KURIKULUM MERDEKA, DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN KEPULAUAN SULA GELAR SOSIALISASI MERDEKA BELAJAR DAN PENGUATAN MUTU PENDIDIKAN

SANANA-Sebagai upaya mendukung penuh program merdeka belajar, dalam rangka pemulihan pembelajaran yang berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset Dan teknologi No: 56 M/2022. Wakil Bupati Kepulauan Sula Ir. H. M. Saleh Marasabessy, M.Si secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Merdeka Belajar Dan Penguatan Mutu Pendidikan, bertempat di aula istana daerah Dad Hia Ted sua. Selasa, 09/08/2022

Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala Dinas Pendidikan Rifai Haitami, yang dalam sambutanya beliau menyampaikan semoga dengan kurikulum merdeka belajar melalui pengembangan platform merdeka mengajar (PMM) yang merupakan platform edukasi, dimana menjadi teman penggerak untuk pendidikan dalam mewujudkan pelajar Pancasila yang memiliki fitur belajar, mengajar dan berkarya. Platform merdeka mengajar menyediakan referensi bagi guru untuk mengembangkan praktik mengajar sesuai dengan kurikulum merdeka belajar. Adapun fitur mengajar, dan perangkat mengajar yang dapat di gunakan oleh guru dan tenaga kependidikan dalam mengembangkan diri peserta didik.

Harapan beliau dari peluncuran kurikulum merdeka belajar dan platform merdeka mengajar (PMM) adalah untuk dapat mendorong dan meningkatkan mutu pendidikan secara utuh di satuan pendidikan, di karenakan peserta didik memilih mata pelajaran sesuai dengan minat, bakat dan aspirasi. (Jelasnya)

Wakil Bupati Kepulauan Sula Ir. H. M. Saleh Marasabessy, M.Si menyampaikan bahwa, pedidikan di kabupaten kepulauan sula ini merupakan tanggung jawab kita bersama termasuk semua elemen masyarakat dan lebihnya pada dinas pendidikan dan semua satuan unit pendidikan baik TK, SD maupun SMP. Hal ini karena program merdeka belajar lebih menitik beratkan pada materi esensial dan pengembangan keterampilan peserta didik secara bertahap proses pembelajaran lebih teliti, bermakna, tidak tergesa-gesa dan menyenangkan.

Beliau juga menambahkan bahwa kurikulum merdeka belajar di rancang sebagai bagian dari upaya kementrian pendidikan dan kebudayaan untuk mengatasi situasi krisis pembelajaran yang telah lama kita hadapi dan diperparah oleh pandemi. Krisis ini di tandai dengan rendahnya prestasi peserta didik. Bahkan pada mata pelajaran dasar seberti membaca. Merdeka belajar merupakan suatu pendekatan yang dilakukan agar peserta didik dapat memilih mata pelajaran yang dapat diminati. (Ungkap beliau diakhir sambutan)

Perlu diketahui dalam kegiatan ini turut menghadirkan 5 orang narasumber yang berasal dari universitas Khairun Ternate diantaranya, Dr. Muamar Abd. Halil, M.Pd, Dr. Taslim D Nur, M.Pd, Dr. Ali ajam, M.Pd, Dr. (Can) Zulkifli Ahmad, M.Sc dan Dr. Herry Sukarna, S.Pd, M. Sc, M. Pd.

Pewarta : Lisa A.Umagapi & Wirda Masuku
Editor : Anggi Buamona
Dokumentasi : Tim Media Diskominfo

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
Close