Posted By Diskominfo

Sanana 11 Desember 2018, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Pengendalian penduduk dan Keluarga Berencana menggelar Launching Kota Layak Anak (KLA), Bupati Kepulauan Sula Hendrata Thes menyambut kedatangan Sekretaris Menteri PPPA Republik Indonesia.

Pada launching tersebut Bupati Kepulauan Sula dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada Sekretaris Menteri Dr. Pribudiantara Nur Sitepu, MM berserta ibu di Kabupaten Kepulauan Sula. Lanjut Bupati seperti yang kita ketahui bahwa Pemerintah melalui Kementrian  PPPA telah mendesain dan mensosialisasikan sebuah sistem dan strategi pemenuhan hak-hak yang terintegrasi dan berkelanjutan dengan mengembangkan kebijakan Kabupaten/kota Layak Anak (KLA),  kebijakan KLA bertujuan untuk mensinerjikan sumber daya Pemerintah, masyarakat dan dunia usaha sebagai pemenuhan hak-hak anak Indonesia dapat lebih dipastikan, kebijakan pengembangan KLA saat ini telah memasuki tahun ke-5 KLA Indonesia telah memperluas jaringannya ke Dunia International dengan tujuan utama memperoleh Lesson Learned.

Selain Bupati Hendrata Thes, Sekretaris Menteri dalam sambutannya, Beliau mengatakan Kabupaten Kepulauan Sula berkomitmen untuk menuju Kabupaten Layak Anak (KLA) oleh karena itu Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sula hendaknya fokus pada upaya pencapaian 24 Indikator KLA, diantaranya ; semua sekolah dan Madrasyah, Puskesmas, Masjid, dan semua infrastruktur termasuk taman bermain harus diupayakan menjadi ramah anak. Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sula beserta semua pemangku kepentingan diharapkan dapat meningkatkan memenuhi 24 Indikator KLA, jika tahun ini Kepulaun Sula berhasil memperoleh penghargaan KLA kategori Pratama maka kedepan diharapkan dapat meningkatkan peringkatnya. KLA mensyaratkan agar semua anak harus memiliki akta kelahiran, dan harus disediakan secara gratis, informasi yang layak harus dikembangkan melalui berbagai media, pentingya semua Daerah membangun Pusat Informasi Anak (PISA) dan juga mengaktifkan Telepon Sahabat Anak (TESA) 129 sebagai sarana konsultasi anak secara on-line. Indikator KLA yang juga penting adalah tidak ada perkawinan anak (pernikahan dibawah usia 18 tahun) Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) diperlukan sebagai sarana Konseling dan Informasi serta rujukan bagi keluarga. KLA akan berhasil jika semua pemangku kepentingan mendukung, yaitu Pimpinan Daerah, Jajaran Perangkat Daerah, Legislatif, Penegak Hukum (Polisi, Kejaksaan, Pengadilan), media, lembaga masyarakat, dunia usaha, tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, orangtua dan keluarga, anak-anak dan seluruh warga masyarakat tanpa terkecuali, Pemerintah Perlu memastikan semua anak dimanapun mereka berada terpenuhi hak-haknya dan terlindungi dari semua hal yang membahayakan. Jumlah mereka 34% dari total penduduk merupakan investasi bagi kemajuan Indonesia di masa yang akan datang, termasuk untuk mewujudkan Indonesia Layak anak (IDOLA) pada tahun 2030. (eby)(HklMs)