Posted By: Diskominfo

SANANA- Berbicara tentang peradaban Islam di Indonesia tidak lepas dari perkembangan Islam di Maluku Utara yang merupakan wilayah tertua di indonesia. Peradaban islam secara historiografi datang dari Timur Tengah dengan melintasi ruang, waktu dan tempat berbagai budaya yang membentuk karakter baru. Diantar peradaban islam yang monumental di Negeri Moluku Kie Raha terdapat tradisi ritual Tiang Alif (Menara Kubah). Yaitu tiang yang berdiri kokoh tegak dipuncak kubah. Tradisi yang sudah membudaya turun temurun ini tidak hanya di lakukan di Kesultanan Ternate tetapi sampai di daerah-daerah tidak terkecuali kabupaten Kepulauan Sula. Hari ini Minggu 28 Oktober 2018 di Desa Wai Ina kecamatan Sulabesi Barat telah dilaksanakan kegiatan ritual pemancangan tiang alif yang lansung di hadiri oleh Bupati Kepulauan sula. Acara yang cukup hikmah ini di hadiri juga oleh Sekretaris Derah dan Pimpinan SKPD, Camat, Kapolsek, Para Kades se Kec Sula Barat, seluruh tokoh masyarakat, dan Masyarakat Desa Waiina.

Sekapur sirih yang dibawa oleh Tokoh Masyarakat (Dahlan Umarama) menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mambantu baik sumbangan maupun pikiran hingga terbangunnya mesjid sampai pemasangan Tiang Alif terutama kepada masyarakat desa juga kepada Bupati dan jajaran Pemerintah daerah yang ditengah kesibukannya telah meluangkan waktunya untuk datang bersama ke acara ini.

Turut hadir sebagai Penceramah sekaligus penggerak dan donatur dalam acara ini, Ust Kholil Umasugi mengatakan pembangunan mesjid yang dilakukan ini dengan gotong royong tanpa ada Panitia dan pembahasan anggaran. Sudah banyak mesjid yang dibangun tanpa panitia dan bukan proyek pemerintah daerah diantaranya Mesjid Desa Wainib, Mesjid Fuata, mesjid di Ponpes Wailau, dan beberapa mesjid Taliabu. Beliau juga mengatakan Orang yang bangun mesjid di Dunia maka Allah SWT akan bangun untuknya sebuah istana di Surga, oleh karena itu bangun mesjid dengan perasaan rendah, orang yang merasa rendah yang bisa bangun Mesjid, dan orang sombong tidak akan bisa buat apa-apa.

  Bupati Kepulauan Sula (Hendrata Thes) diawal sambutannya mengatakan untuk berbuat baik Kita harus melepaskan Ego kita dan Beliau sangat bangga dengan Gotong Royong Umat Islam masyarakat Wai Ina dalam membangun mesjid sampai pada acara pemancangan tiang Alif. Beliau juga menghimbau kepada masyarakat agar berlomba-lomba dalam berbuat amal kebaikan. Beliau juga menyampaikan kepda masyarakat Desa yang telah membantu pemerintah dalam hal pembangunan. Jujur saja ini sangat membantu tugas Pemerintah Daerah karena kedepan Anggaran Daerah untuk membangun tempat/Rumah Ibadah bisa digunakan untuk kegiatan pembangunan yang lain. Bupati Kepulauan Sula menyampaikan kepada beberapa kepala desa masyakat desa lain yang hadir bahwa ini sebagai contoh kedepan Beliau mengharapka Desa-desa yang lain juga bisa seperti ini

Di sela-sela sambutannya Beliau juga memberi sumbangan Cash kepada pengurus mesjid sekaligus menghimbau kepada semua pimpinan SKPD yang hadir agar memberikan sumbangan agar pembengunan mesjid bisa secepatnya selesai dan bisa digunakan oleh masyarakat. Oleh karena itu Beliau juga menghimbau kepada masyarakat desa Wai Ina, kalau Pekerja mesjid sampai pada pemesangan Tiang Alif yang hanya 30 orang mulai besok harus ada 100 Orang sampai 200 orang yang membantu. (ChM).