Posted By DISKOMINFO

Bogor, 13-14 september 2018 bertempat di Hotel Sentul, Bupati Sula Bapak Hendrata Thes menjadi narasumber pada sosialisasi dan koordinasi bersama Stakeholder terkait percepatan pengoperasian Sub penyalur dalam rangka percepatan penerapan program BBM 1 harga secara Nasioanal, Bupati menyatakan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula siap mensukseskan program Pemerintah terkait percepatan penyaluran BBM 1 harga melalui sub penyalur  khususnya premium dan solar dimana dengan beroperasinya sub penyalur di desa Jere Kecamatan Mangoli Tengah dan SPBU Kompak di desa Waiboga Kecamatan Sulabesi Tengah, dan mengusulkan kepada BPH Migas untuk menambah sub penyalur di 10 lokasi/tempat, tujuannya agar kebutuhan masyarakat terhadap BBM selalu terpenuhi, menurut Bupati dengan terbukannya akses jalan di Kepulauan Sula (Sulabesi dan Mangoli) maka jumlah kendaraan akan semakin bertambah, selain itu kegiatan masyarakat diperikanan dan pertanian dapat terpenuhi dengan bertambahnya sub penyalur BBM, Beliau juga mengatakan bahwa dengan adanya sub penyalur dan SPBU Kompak maka sesuai aturan pengecer-pengecer yang biasanya menjual BBM Premium akan dilarang karena itu bertentangan dengan aturan.

Sementara itu Kepala Dinas Koperindag Bapak Bakir A Rauf yang mendampingi Bupati Sula pada acara yang dilakukan oleh BPH Migas mengatakan Bahwa Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula juga mengusulkan kepada BPH Migas agar menambah sub penyalur di 10 lokasi/tempat di beberapa Kecamatan, hal ini untuk mendorong mempercepat realisasi BBM 1 harga, menurut beliau Pemerintah daerah juga mengusulkan agar APMS Munara Super Abadi yang telah beroperasi selama ini di Sula dapat ditingkatkan menjadi SPBU karena di Sula hanya memiliki 1 SPBU, sehingga belum bisa memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap BBM, Kadis juga mengusulkan agar Pertamina dapat menambah kuota untuk APMS Munara Super Abadi dimana premium yang jumlah 80 KL menjadi 100 KL, solar jumlah 25 KL menjadi 50 KL, sedangkan APMS Cahaya Bovin Creative di Falabisahaya yang jumlah premium 55 KL menjadi 80 KL, Solar 30 KL menjadi 50 KL, karena jumlah kuota yang ada selama ini belum memenuhi kebutuhan masyarakat dan sering terjadi kekurangan bahkan harga premium melonjak naik tidak sesuai ketentuan.

Ikut serta dalam sosialisasi ini:

  1. Bapak M. Fanshurullah Asa ( Kepala BPH Migas )
  2. Bapak Patyuan Alfon S ( Direktur BBM BPH Migas )
  3. Bapak Agus Taufik ( mewakili Direktur Pemasaran Ritel PT Pertamina Persero )

Dan pesertanya adalah para Bupati Se Indonesia Timur khususnya di Daerah Pulau dan Daerah Perbatasan.(eby)