SANANA, komimfo.com

Hari ini Rabu, (26 Sept. 2018) jam 14.30 WIT, telah dilaksanakan Paparan terkait Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPPARDA) di ruang rapat Kantor Bupati Kabupaten Kepulauan Sula oleh PT Munasa Kreasi Nusantara yang menjalankan kajian penyusunan revisi dari Ripparda terdahulu yang  disusun tahun 2015. Kegiatan ini hadiri langsung oleh Bapak Bupati Kepulauan Sula, Pj Sekda, para Assisten dan Pimpinan SKPD terkait.

Dalam Paparan yang di presentasikan oleh Team Leader, Bpk Anggun Nugraha MM, M.BA didampingi Tenaga Ahli (Bpk. Mugi Taufik ST, dan Rahmat Maulana ST) mengatakan kegiatan ini dilandaskan oleh kebutuhan adanya penyesuaian perkembangan tantangan dan isu strategis daerah yang terbaru sehingga perlu adanya upaya memutakhirkan dokumen strategis yang menentukan arah pembangunan kepariwisataan di Kabupaten Kepulauan Sula. Selain itu dengan adanya peraturan dari Kementerian Pariwisata yang mengatur penyusunan sebuah rencana induk pembangunan kepariwisataan yaitu Permen Pariwisata No. 10 Tahun 2016 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah, isi Ripparda Kabupaten Kepulauan Sula yang disusun sebelumnya pun harus dimutakhirkan, sehingga inisiatif dari pemerintah daerah menjadi sebuah dorongan untuk dapat menempatkan Kabupaten Kepulauan Sula dalam posisi yang lebih baik dalam pembangunan daerah secara keseluruhan.

 Tak kalah penting dari hal tersebut, dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016-2021 yang baru, visi pembangunan kepariwisataan pun harus diselaraskan dengan visi pembangunan daerah. Dijelaskan bahwa visi pembangunan kepariwisataan yang baru ialah Menjadikan Kabupaten Kepulauan Sula Sebagai Destinasi Wisata Bahari yang Unggul, Nyaman, dan Bernilai Budaya yang Mengutamakan Ketahanan Ekosistem Serta Pelestarian Lingkungan yang Mampu Mendorong Terwujudnya Daerah dan Masyarakat  Sejahtera. Visi yang dibangun ini telah disepakati bersama karena dapat mendukung pencapaian visi pembangunan daerah, baik itu dalam lingkup Kabupaten Kepulauan Sula maupun provinsi Maluku Utara, dan umumnya lingkup nasional.

 Di dalam kurun waktu pembangunan kepariwisataan yang dijalankan berdasarkan RIPPARDA yang diusulkan untuk segera di-perdakan diusung 4 pokok misi pembangunan yang utama, yaitu yang berkaitan erat dengan ekonomi, ekosistem, prinsip ekowisata, dan pembangunan SDM pariwisata. Dengan empat komponen utama ini, diharapkan pembangunan di Kabupaten Kepulauan Sula dapat menjadikan masyarakat di kabupaten ini mencapai kesejahteraan dan terus mempertahankan kesejahteraan tersebut melalui terpeliharanya keseimbangan ekosistem bahari yang berkelanjutan, melalui penerapan prinsip-prinsip pembangunan kepariwisataan yang ekologis oleh manusia yang berkualitas. Konsep pembangunan secara keseluruhan di Kabupaten Kepulauan Sula dijelaskan dalam Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Provinsi Maluku Utata sebagai sebuah destinasi wisata pantai (beach tourism). Namun dengan hasil penilaian yang komprehensif dari observasi lapangan dan juga didukung data sekunder terkait industri, kelembagaan,  dan potensi pasar wisata yang ada, maka konsep pembangunan yang diusulkan ialah pembangunan pariwisata bahari dan kepulauan. Hal ini masih terpaut dan dapat mendukung konsep yang ditetapkan Ripparda Provinsi Maluku Utara, sekaligus mengoptimalkan dan mengembangkan potensi yang sangat besar dari sumber daya pariwisata yang terinventarisir.

 Salah satu hal yang penting dalam pembahasan laporan akhir penyusunan Revisi Ripparda Kabupaten Kepulauan Sula ini ialah ditetapkannya beberapa kawasan pengembangan pariwisata kabupaten (KPPK) dan sebuah kawasan strategis pariwisata kabupaten (KSPK) dalam memajukan Kabupaten Kepulauan Sula sebagai sebuah destinasi yang diminati dan unggul. Beberapa kawasan tersebut ialah KPPK Sulabesi dan Sekitarnya, KPPK Batu Kapitan dan Sekitarnya, KPPK Falabisahaya dan Sekitarnya, serta KSPK Sanana-Sambiki-Pagama- Kalimasol. Masing-masing kawasan didesain dengan tema pembangunan kawasan yang berbeda agar memiliki sinergi yang baik dan menciptakan daya saing yang kuat bagi keseluruhan kabupaten. Selain itu, disetiap kawasan ditetapkan daya tarik wisata unggulan dan pendukungnya masing-masing, serta kebuhan prasarana dan sarana pendukungnya, dan juga arah pengembangannya.

Dari semua kawasan ini, dapat diidentifikasi bahwa akses fisik dan penyediaan sarana dan prasarana menuju destinasi masih menjadi tantangan besar bagi daerah. Namun demikian, pembangunan yang saat ini sedang berlangsung di Kabupaten Kepulauan Sula, khususnya penyediaan prasarana dasar sudah menjadi langkah positif yang maju untuk menciptakan konektivitas antarkawasan.

Kegiatan paparan berlangsung secara dinamis, oleh perwakilan dari berbagai Pimpinan SKPD diantaranya kepala dinas Pekerjaan Umum, Perhubungan, Bappeda, Kominfo, PTSP, Perikanan dan BLH serta perwakilan kecamatan (Camat Sulabesi Timur, Sanana Utara, Mangoli Utara Timur)dan Kepala Desa yang terkait sehingga  banyak masukan dan saran dari masing-masing SKPD dalam melengkapi dokumen RIPPARDA.

 Bupati Kabupaten Kepulauan Sula dalam pembahasan laporan akhir ini dan menyatakan kegembiraannya bahwasanya sebuah dokumen strategis pembangunan telah bertambah untuk melengkapi pemerintah daerah di dalam membangun lebih cepat lagi. "Saya cukup puas dengan diselesaikannya dokumen ini. Banyak sekali potensi yang miliki daerah kami, namun semua potensi ini baru akan terasa dampaknya bila kita semua dapat bersama-sama membangun dengan cara meminimalisir kelemahan-kelemahan dan tantangan-tantangan pembangunan yang ada. Dengan itu strategi yang disusun dalam rencana induk ini sudah cukup tepat," jelas Bupati Kabupaten Kepulauan Sula di dalam kesempatan lain, yakni acara pembahasan program unggulan daerah yang dilangsungkan setelah paparan laporan ini (ChM).