SANANA, komimfo.com

Menyambut Tahun Baru Hijriah Islam Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sula memperingatinya dengan mengadakan acara “Pengajian Akbar” dan  ceramah, di halaman Istana Daerah (Isda) Rabu (24/9).  Acara yang sangat hikmah ini di akhiri dengan ceramah oleh Ust. H. MAHMUD ZULKARNAIN, Sag,  M.Si. 

Dalam sambutannya Bupati Kepulauan Sula (Hendarta Thes) menyampaikan “Selamat Tahun Baru Hijriah bagi seluruh Umat Muslim” se Kabupaten Kepulauan Sula. Semoga dengan perayaan ini akan lahir kepribadian diri masyarakat yang lebih baik. Sebagaimana makna Hijriah sendiri yang artinya berpindah dari amal-amal yang buruk menjadi kebaikan, berpindah dari kesalahan-kesalahan menuju jalan yang benar, dari konsep hidup bercerai berai menuju persatuan dan kesatuan, sebagaimana tema sentral Tahun Baru 1440 Hijriah 2018 Masehi  malam ini adalah kita wujudkan Islam yang Rahmatan Lilalamiin.

Bupati Kepulauan Sula menghimbau kepada Umat Islam yang ada di Kabupaten Kepulauan Sula agar dapat melakukan hal-hal sebagai berikut : Pertama;Tahun Baru mengajarkan kepada kita untuk berhijrah dari lemahnya iman dan taqwa kepada peningkatan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, Kedua; Hijrah dari kebodohan dan keterbelakangan menuju kemajuan dan peningkatan ilmu pengatahuan melaui Revolusi Mental generasi muda masa depan sebagai bekal penguatan SDM dalam mengelola SDA yang ada negeri ini yang di bentengi dengan Iman dan Taqwa. Kertiga; berhijrah dari rasa malas menjadi rajin dan kerja keras, karena kemajuan harus diawali dengan niat dan kerja keras. Disamping 3 hal penting diatas Beliau mengatakan kedepan kita siap memajukan daerah ini dengan inovasi dan kreasi, program yang lebih tepat serta bersentuhan langsung dengan pelayanan dasar. Kemajuan dan kemadirian Kab Kepulauan Sula kedepan yang lebih baik melalui semangat persatuan dan kesatuan bangsa “Bhinneka Tunggal Ika” (berbeda-beda tetapi tetap satu). Beliau juga menyampaikan melalui momentun Tahun Baru ini harus dijadikan target poin untuk melakukan reform/perubahan dan instrospeksi diri sehingga kita bisa mengetahui kekurangan dan kelemahan untuk diperbaiki dan ditingkatkan dengan berpikir lebih positif untuk lebih maju sampai di Tahun 1441 Hijriah atau Tahun 2019 Masehi kedepan.

 Ust. H. MAHMUD ZULKARNAIN, Sag,  M.Si.  (salah satu Ust yang pernah memimpin jamaah Haji dari Kepulauan Sula). dalam ceramahnya menyampaikan apresiasi dan kebanggaan yang luar biasa bisa hadir memberikan Tauziah di Daerah yang sangat bersejarah ini. Mengawali Tauziahnya Beliau menyampaikan bahwa Kepulauan sula sangat erat hubungannya dengan Kesultanan Ternate, sejarah mencatat bahwa di tanah sula ini lahir pemberani-pemberani, dan juga ekspansi yang dilakukan oleh Sultan Babulah. semua itu berawal dari pemberani-pemberani yang lahir dari kepulauan sula ini. Pada Tahun 1580 Sultan Babulah melakukan sebuah ekspedisi bersama Ternate dan Sula yaitu menaklukan pesisir pantai sulawesi timur yang akhirnya ditaklukan adalah banggai itu semua berada dibawah seorang pemimpin yang bernama Kapita Sula yaitu “Kapita Kapalaya”. Kapita ini melahirkan 3 orang anak yaitu Umaternate, Umagapi dan Umasugi. sehingga  sejarah mencatat ada ikatan emosional antara Kesultanan Ternate dan Kepulauan Sula. Beliau juga menyampaikan tempat orang sula di ternate dikenal dengan Sulamadaha dan dahulu terdapat 12 Sangadji yang di pimpin oleh Salahakan yang dikirim oleh Sultan Ternate.

Memperingati tahun baru Penceramah menceritakan sejarah penanggalan Tahun baru islam ini diawali dengan peristiwa hijrahnya Rasulullah dari Mekkah ke Madinah berdasarkan Usulan sahabat Ali ra. Momentum hijrah (Imam Suyuti), adalah berpindah dari satu tempat ke tempat lain bermakna hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. Hijrah menurut Rasulullah SAW adalah orang meninggalkan apa-apa yang dilarang oleh Allah SWT. Nabi SAW bersabda orang yang beruntung adalah orang yang hari ini lebih baik dari hari kemarin dan orang merugi adalah orang yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin dan hari esok lebih buruk dari hari ini, logikanya bahwa tahun ini harus lebih baik dari hari kemarin, dan tahun esok harus lebih baik dari tahun ini. Hijrah adalah merubah segala perilaku kita agar revolusi mental yang kita lakukan. Karena kehidupan kita menuju pada satu kehidupan yang kekal abadi setelah kematian yaitu akhirat. Socrates pernah berkata “ketika aku menemukan kehidupan ternyata akhir dari kehidupan adalah kematian dan ketika aku menemukan kematian ternyata akhir dari kematian adalah kehidupan yg sesungguhnya” karena pada saat itu semua orang akan mempertanggungjawabkan semua amalnya dihadapan Allah SWT (Kata Ust yang juga terkenal sebagai JOGUGU /Perdana Menteri Kesultanan Ternate).

Ust Mahmud mengingatkan tentang kematian dan perlunya mempersiapkan amal perbuatan yang baik, karena manusia yang baik adalah manusia yang menggunakan umurnya bermafaat untuk orang lain, sehingga dalam kehidupan kita boleh berbeda kepentingan dan pendapat tapi kita harus bisa menjaga hidup dalam kebersamaan dengan menjaga silaturahim dalam kerangka NKRI. Beliau juga menyampaikan perubahan satu negeri harus dimulai dari diri kita sendiri, keluarga dan masyarakat. Sehingga kegiatan ini Jangan hanya dijadikan kegiatan seremonial belaka tetapi dengan momentum Tahun Baru Islam kita mengingatkan kepada saudara yang muslim. Menurutnya spirit Hijrah yang dilakukan oleh Rasulullah SAW adalah berpindah dari segala kejaliman kepada kebaikan2, dari kebodohan kepada ilmu pengetahuan, dari sesuatu yang dilaknat dan dilarang oleh Allah SWT kepada sesuatu yang diridhoi oleh Allah SWT.

Beliau juga mengingatkan pentingnya meningkatkan amal kebaikan khususnya Solat yang merupakan amal pertama yang akan di hisab diakhirat dan menjadi barometer untuk amal yang lain, sehingga solat harus menjadi sebuah kebutuhan. Momentum Hijriah Kita harus merubah menjadi sosok manusia yang terbaik, menyenangkan  dan berguna bagi orang lain. Ust juga menyampaikan pentingnya menjaga amal dengan memperbanyak baca Al Quran, Sedekah, mencintai Rasulullah SAW dengan memperbanyak Solawat, memperbanyak istighfar, muhasabah diri, dan menjadi pribadi yang baik. (ChM)