SANANA, komimfo.com

Hari ini Senin (17/9), Bandara Emalamo Sanana membuka penerbangan perdananya dengan Maskapai Trigana Air  Jenis ATR 42-300 buatan Perancis setelah kurang lebih  6 Tahun tidak beroperasi (terahkir bulan november tahun 2012). Acara peresmian penerbangan perdana tersebut turut ikut Bupati Kepulauan Sula didampingi Ibu Bupati juga Gubernur Maluku Utara beserta rombongan yang terdiri dari Unsur Pimpinan dan Anggota DPRD Prop Maluku Utara, Wakapolda beserta Ibu,      Perwakilan KEJATI (Assisten Intelejen dan 6 orang Anggota), Perwakilan LANAL (1 Orang), Perwakilan Danrem (1 Orang), Kabinda dan 1 Orang Anggota, dan Kepala Pengadilan Maluku Utara. Acara di mulai dari Foto bersama forkompinda, pengalungan bunga, penyambutan dengan tarian cakalele, penyampaian laporan oleh kepala bandara, dan dilanjutkan di Istana Daerah Kepulauan Sula.

Rombongan Gubernur penerbangan perdana dari Ternate-Sanana disambut oleh Forkompinda Kabupaten Kepulauan Sula, Para Pimpinan SKPD, Para Camat, dan 11 Kepala Desa dari Kecamatan Sanana. Setelah Acara makan siang di Istana Daerah (Isda) acara dilanjutkan dengan pemberian bantuan bibit Tanaman dari Dinas Pertanian Propinsi Maluku Utara.(chm)

Bupati Kepulauan Sula dalam sambutannya sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga terlaksananya penerbangan perdana Trigana Air. Bupati Kepulauan Sula mengatakan dibukanya penerbangan dari Ternate-Sanana PP ini maka Kabupaten Kepulaun Sula adalah Kabupaten yang ke 9 Di Indonesia sepanjang Tahun 2018 yang baru terlayani. Dengan adanya penerbangan ini sudah menghemat waktu, sangat ekonomis dan membuka peluang investasi kepada semua pihak, Beliau juga mengatakan Kita akan meminformasikan kepada semua Orang bahwa Sula adalah Daerah terbuka, siap dan ramah dalam membuka investasi  disamping itu Kabupaten Kepulauan Sula sudah sangat siap menerima kunjungan dari berbagai sektor terutama dari wisatawan dll.

Bupati Kepulauan Sula dalam sambutannya juga mengatakan akan mendukung penuh guna kelangsungan Pihak Maskapai Trigana Air untuk beroperasi di Kepulauan Sula dengan maksimal demi kemajuan Daerah. Dengan adanya penerbangan ini dapat memudahkan dan mempercepat transportasi. Jika menggunakan transportasi laut membutuhkan waktu 16 jam sedangkan dengan menggunakan pesawat hanya membutuhkan 60 menit.

Gubernur Maluku Utara dalam sambutannya juga mengatakan Pemerintah Propinsi Maluku Utara sangat mendukung Pihak Maskapai Trigana Air untuk beroperasi di Kepulauan Sula dengan maksimal demi kemajuan Daerah. Dengan adanya penerbangan ini dapat memudahkan transportasi dan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah sehingga lebih efesien dan efektif.

Dengan adanya rute ini diharapkan masyarakat khususnya di wilayah kabupaten kepulauan sula dapat terlayani dengan baik. Penerbangan Ternate-Sanana  PP dengan menggunakan pesawat Trigana Air berkapasitas 42 seat dengan penerbangan 4 kali dalam satu minggu Ternate-Sanana dan Sanana-Ternate juga Sanana-Ambon dan Ambon-Sanana. Pemerintah Daerah akan membantu pembangunan sarana dan prasara pendukung sehingga bandara dengan landasan pacu 1100 M direncanakan akan ada penambahan panjang 300 M.

Sedangkan Dalam wawancara dengan Beliau Gubernur Maluku Utara mengatakan, kalo kita lihat kapasitasnya belum memadai dan infrastruktur baru sedikit 1.100 Meter, tapi paling kurang kita sudah berusaha bisa mendarat. Kalo kita tunggu fasilitas seperti daerah yang lain kapan kita akan maju, karena itu sekarang kita sudah sampai bisa mendarat. Fasilitas tersebut yang dibangun sekarang oleh Bupati walaupun dengan anggaran  yang sedikit dan kita berkoordinasi terus dengan kementrian agar supaya bandara ini harus  di prioritaskan karena masyarakat sangat membutuhkan. Dengan Trigana tadi saya melihat penerbangannya walaupun baru 1.100 meter dan fasilitasnya sangat sederhana tapi dapat mendarat dengan bagus dan mulus, sehingga dengan sendirinya orang akan memaksakan bupati gubernur dan kementriaan supaya di prioritaskan karena saya melihat ini yang paling jauh dengan taliabu, dan taliabu juga sekarang sudah kita perjuangkan yang insyaallah yang anggarannya sudah mulai ada tinggal dilaksanakan 300 Milliar rupiah supaya taliabu yang aksesnya hanya dengan sulawesi tengah kita akan rubah rutenya ke taliabu, sula dan ternate.