Daya tarik Kepulauan Sula seperti mutiara dari timur yang mulai menampakkan sinar.

Kabupaten Kepulauan Sula, merupakan daerah agraria di Provinsi Maluku utara. Potensi pertanian melimpah ruah di sini. Padi, ubi jalar dan singkong skala produksinya besar.

Dengan demikian ketahanan pangan daerah ini bias diandalkan. Takhanya sekedar pertanian, di pulau sulabesi dan pulau mangoli , dua pulau besar yang terdapat di kabupaten kepulauan sula, komoditi perkebunan seperti kelapa, cengkeh, pala dan kakao saling susul menyusul tumbuhnya.

Kabupaten kepulauan sula beribukota sanana ini terletak paling selatan di wilayah provinsi Maluku Utara. Jarak dari kota Ternate, ibu kota provinsi sekitar 284 kilimeter yang dapat di tempuh dengan penerbangan udara dan pelayaran laut. Kabupaten kepulauan sula awalnya menjadi bagian dari kabupaten Halmahera Barat bersama-sama dengan Kabupaten Halmahera Utara dan Kabupaten Halmahera Selatan.

Sumber daya Alam (SDA) yang dimiliki Kepulauan Sula menyimpan potensi lain, baik dari laut maupun yang masih terpendam di dalam bumi. Seperti wilayah lain yang termasuk Maluku Utara, Sula juga di cirikan dengan potensi hasil lautnya. Selain berkebun, mata pencaharian penduduk mata pencaharian penduduk di tempat ini adalah mencari ikan. Dengan luas laut mencapai sekitar 14.500 kilometer persegi atau 60 persen dari total wilayahnya dan secara geografis mengelilingi wilayah-wilayah datarannya, bias dipastikan kekayaan lautnya dalam hal ini perikanan pun besar.

Potensi lainnya yang dimiliki Kepulauan Sula adalah ketahanan, pertambangan, industry serta pariwisata yang mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah tersebut.

Daerah ini memiliki sejumlah destinasi wisata unggulan. Beberapa tempat indah masih tersembunyi, belum  banyak yang tahu. Pantai wailia salah satunya. Pantai yang memiliki hamparan pasir putih yang luas, ini lokasinya berada di kecamatan sulabesi timur.

Metiawa, yang dalam bahas lokalnya di sebut meti kebun merupakan sebuah fenomena alam yang luar biasa. Di tempat itu air laut akan surut berkilo-kilo tak kurang dari delapan meter. Menurut cerita dari masyarakat setempat, ketika mtiawa ini berlangsung, pertanda petani pun mulai membuka lahan baru untuk berkebun.

Wisatawan bias melaksanakan berbagai aktivitas wisata bahari, snorkeling juga diving saat matahari terbenam, menjadi pemandangan yang tak terlupakan dari tempat ini. Sebuah benteng peninggalan masa perang Dunia II yang sampai saat ini belum tersentuh dan di tengah suasana yang masi alami, juga patut dikunjungi.

Kabupaten kepulauan sula seperti mutiara dari timur yang mulai menampakkan sinarnya.