Disaat politik identitas berkembang cukup masif di tanah air, ada berita menyejukkan yang datang dari sebuah kabupaten di kawasan timur indonesia tidak lain kemunculan sosok Hendrata Thes, seorang etnis tionghoa yang memenangkan pemilihan kepala daerah di Kabupaten Kepulauan Sula, Propinsi Maluku Utara di tengah 99 persen mayoritas masyarakat beragama Islam.

Sosok hendrata tentu tidak asing bagi masyarakat Kepulauan Sula. Ia adalah generasi ke empat dalam silsilah keluarganya yang suda lama tinggal di daerah itu secara turun temurun, selama ini ia berhubungan baik dengan semua orang dari berbagai lapisan. Apalagi berlatar sebagai pengusaha, Hendarta mengaku kerap diminta bantuan masyarakat yang sedang kesulitan keuangan. Transaksi sederhana, orang butuh pinjaman dan akan dibayar ketika hasil panen tiba.

"Disini orang-orang yang ingin jadi PNS, Tentara, Polisi butuh uang dan pinjamnya ke keluarga saya, bayarnya nanti setelah tiga bulan waktu mereka panen kopra di cicil sedikit-sedikit. saya sangat dekat dengan mereka dan tidak ingin berjarak dengan masyarakat. bahkan mereka bisa keluar masuk ke rumah tanpa protokol yang ketat. itulah yang nggak bisa saya ceritakan, ada hal yang sangat emosional antara kita sebagai orang sula." tutur Hendarta.