Sanana- Langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan sula (Kepsul) menuju program smart city terus dimatangkan. salah satunya melalui pelatihan e-office yang berlangsung di plasa telkom regional 7 makassar, 19-21 April 2018, kegiatan ini dibuka oleh Bupati Kepulauan Sula Bpk. Hendrata Thes pada kesempatan itu Bupati mengatakan e-office merupakan konsep pembangunan berbasis digital. ini merupakan suatu tuntutan dan keharusan di lingkup pemerintahan, guna membantu sistem kerja pemerintah serta peningkatan pelayanan publik, untuk mengelola sumber daya secara lebih efektif dan efisien. "Pemerintah harus dapat memberikan sistem pelayanan yang lebih murah, mudah, cepat dan tepat" kata Bpk. Hendarta Thes.

Seiring dengan kompleksitas berbagai tugas kepemerintahan secara lebih luas suda selayaknya dikembangkan program smart city untuk menjawab berbagai tantangan, baik dibidang pendidikan, kesehatan, konsumsi energi, transportasi, penataan kota hingga keamanan publik. Bupati juga berharap program e-office segera di terapkan disemua SKPD. "Dengan begitu pelayanan masyarakat dapat lebih baik dan maksimal" harapanya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kepsul Ihwanudin Umasangaji menjelaskan kegiatan pelatihan e-office yang dilaksanakan ini merupakan bagian dari program egoverman dan program prioritas Diskominfo Kepsul, melalui aplikasi e-office lanjutnya akan menjadi perangkat bantu yang dibutuhkan untuk mengfasilitasi kegiatan kerja perkantoran sehari-hari sebagai sistem pengelolaan surat menyurat dan workflow yang dapat mempercepat proses kerja pengolahan data, pengelolaan informasi sistem manajemen dan proses surat menyurat secara elektronik serta mempermudah pencaharian informasi. "Bahkan menekan biaya operasional sebagai solusi yang dapat memenuhi kebutuhan perless office dengan kualitas pelayanan yang lebih efektif dan efisien" paparnya.

Dari pihak Telkom makassar, hadir manager Enterpreneur Givernament Bussiness Suratman dan Expert, I Putu Gede Widiana. Pelatihan di ikuti staf Diskominfo dan Operator perwakilan setiap SKPD yang berjumlah 60 orang (ik/onk/pn)